Laki-laki atau Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

2 Golongan Laki-laki atau Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Diposting pada

Laki-laki atau Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi- Lelaki atau wanita yang jangan dinikahi disebutkan mahram. Syariat Islam sudah atur kehidupan umatnya, termasuk berkenaan batas di antara lelaki dan wanita.

Untuk musuh tipe yang bukan mahram, tidak dibolehkan berkhalwat saat sebelum dinikahkan. Dan untuk lelaki dan wanita yang mahram, malah jadi jangan dinikahi atau haram hukumnya dinikahi.

Dikutip dari buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Pernikahan kreasi Ahmad Sarwat, istilah mahram asal dari arti haram yang maknanya suatu hal terlarang dan jangan dilaksanakan. Dan secara istilah, mahram ialah beberapa wanita yang diharamkan untuk dinikahi, baik karena faktor famili, penyusuan, atau berbesanan.

Alasan berkenaan mahram dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan lewat surat An-Nisa ayat 23, Allah SWT berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Maknanya: “Diharamkan atas kamu (menikah dengan) ibu-ibumu, beberapa anak wanitamu, saudara-saudara wanitamu, saudara-saudara wanita ayahmu, saudara-saudara wanita ibumu, beberapa anak wanita dari saudara lelakimu, beberapa anak wanita dari saudara wanitamu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara wanitamu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), beberapa anak wanita dari istrimu (anak tiri) yang dalam perawatanmu dari istri yang sudah kamu campuri, tapi bila kamu belum bersatu dengan istrimu itu (dan telah kamu ceraikan), tidak berdosa buatmu (menikah dengannya), (dan diharamkan buatmu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan juga) kumpulkan (dalam pernikahan) dua wanita yang bersaudara, terkecuali (peristiwa pada periode) yang sudah lalu. Sebenarnya Allah ialah Maha Pemberi ampun kembali Maha Pengasih.” (QS An-Nisa: 23).

Lalu, siapa pun Laki-laki atau Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi dalam islam ? Berikut pembagian Mahram dalam Islam yang dikutip dari buku Hukum dan Norma Pernikahan dalam Islam kreasi Ali Manshur.

Pembagian Mahram dalam Islam

a. Mahram Muabbad

Mahram muabbad ialah orang yang haram dinikahi untuk selama-lamanya. Adapun yang termasuk dalam mahram muabbad terdiri jadi tiga karena:

  1. Haram dinikahi karena jalinan kekeluargaan (nasab). Mahram yang termasuk kelompok ini, diantaranya ibu kandungan termasuk nenek atau buyut, anak kandungan termasuk cucu atau cicit, saudara wanita kandungan atau tiri, bibi dari faksi ayah atau ibu, dan sepupu wanita.
  2. Haram dinikahi karena jalinan pernikahan. Mahram ini terbagi dalam ibu mertua dan langsung ke atas, anak tiri dari istri yang sudah dijamahnya termasuk cucu tiri dan turunan di bawahnya, menantu dan turunan di bawahnya, ibu tiri, dan siapa saja wanita yang dulu pernah dinikahi oleh ayah.
  3. Haram dinikahi karena jalinan persusuan. Mahram ini salah satunya, yakni ibu susuan dan nasab ke atasnya, anak wanita dari susuan dan nasab ke bawahnya, saudara wanita sesusuan, bibi dari bapak atau ibu susuan, ibu mertua susuan dan nasab ke atasnya, istri bapak susuan dan nasab ke atasnya, istri anak susuan dan nasab ke bawahnya, dan anak wanita istri susuan dan nasab ke bawahnya.

b. Mahram Muaqqat

Laki-laki atau Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi Mahram muaqqat ialah orang yang haram dinikahi untuk saat ini karena tertentu. Jika penyebabnya lenyap, karena itu lenyap juga keharamannya. Adapun yang termasuk dalam mahram muaqqat, yakni:

  1. Istri yang dicerai tiga (cerai ba’in). Jika ia sudah dinikahi oleh lelaki lain dan ke-2 nya sudah rasakan enaknya terkait bersama pasangannya, lantas ke-2 nya berpisah, karena itu bekas suaminya bisa menikah dengannya kembali.
  2. Wanita yang tetap mempunyai ikatan pernikahan, yakni wanita yang tetap bersuami, wanita yang dalam saat iddah, wanita yang hamil, dan wanita yang berzina.
  3. Memadu 2 orang wanita yang bersaudara, terkecuali sudah berpisah dengan salah satunya darinya. Jika istrinya wafat, karena itu seorang lelaki sebagai suami bisa menikah dengan saudara wanita dari mendiang istrinya.
  4. Memadu bibinya istri, baik dari nasab ayahnya atau ibunya. Larangan ini berlaku sementara karena bila ia sudah berpisah dengan istrinya atau istrinya sudah wafat, lantas ia menikah dengan bibi istrinya supaya jalinan kekeluargaan terbangun, karena itu hal itu dibolehkan.

Dengan begitu, Laki-laki atau Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi dalam Islam dikatakan sebagai mahram. Kaum muslim perlu memerhatikan siapa pun sebagai mahramnya supaya tidak salah tentukan opsi saat akan menikah.