cara ajukan cerai istri kepada suami

Begini Cara Pengajuan Gugatan Cerai Istri Kepada Suami, Sebaiknya Musaywarahkan Dulu

Diposting pada

Cara Pengajuan Gugatan Cerai Istri Kepada Suami- Langkah Ajukan Tuntutan Pisah, Jika Pengadilan Agama berkuasa mengecek dan menghakimi kasus pisah untuk perkawinan yang sudah dilakukan berdasarkan agama islam yang dianggap resmi oleh hukum negara Indonesia.

Perkawinan Yang Sah

Salah satunya ciri-ciri khusus jika perkawinan dilaksanakan dengan agama islam dan resmi secara hukum negara Indonesia ialah ada Buku Nikah yang telah dikeluarkan oleh bagian Kantor Masalah Agama (KUA). Hingga semua perkawinan wni yang memiliki Buku Nikah, karena itu ketika akan lakukan perpisahan harus disodorkan di Pengadilan Agama di tempat.

Jika tuntutan pisah di Pengadilan Agama itu bisa disodorkan baik oleh Suami ke Istrinya atau oleh Istri ke Suaminya. Tuntutan yang disodorkan Suami ke Istrinya disebutkan Permintaan Pisah Cerai, di mana nanti suami jadi Pemohon dan Istri jadi Termohon.

Dan pada tuntutan pisah yang disodorkan oleh Istri ke Suaminya disebutkan Tuntutan Perpisahan, di mana istri sebagai Penggugat dan suami sebagai Tergugat.

Persyaratan Cara Pengajuan Gugatan Cerai Istri Kepada Suami

  1. Foto copy Kartu Pertanda Warga (KTP) Penggugat/Pemohon – menyertakan surat ket. domisili dari Kelurahan bila alamat KTP berlainan dengan alamat domisili
  2. Foto copy buku nikah/Duplikat buku nikah
  3. Foto copy Surat Ijin Perpisahan dari lembaga – bila faksi dengan status Karyawan Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri
  4. Foto copy Surat Info Ghoib dari Kelurahan – bila suami tidak dikenali kehadirannya minimum enam bulan dari saat ini
  5. Foto copy Surat Info Tidak Sanggup yang dibikin di Kelurahan dan dicap sampai Kecamatan – bila Penggugat masyarakat tidak sanggup/miskin
  6. Surat Tuntutan/Permintaan yang diperuntukkan ke Ketua Pengadilan Agama Depok (Posbakum)

PENTING Cara Pengajuan Gugatan Cerai Istri Kepada Suami!!

  1. Alamat domisili istri harus ada di daerah Depok untuk pengajuan di PA DEPOK (Sama sesuai ketetapan Pasal 129 KHI permintaan cerai disodorkan suami ke Pengadilan Agama pada yang mewilayahi rumah istri)
  2. Semua foto copy syarat yang disertakan harus dilegalisir di dalam kantor pos terkecuali KTP

Langkah Cara Pengajuan Gugatan Cerai Istri Kepada Suami, bila istri akan ajukan tuntutan pisah ke suaminya, karena itu Pengadilan agama yang berkuasa untuk mengecek dan menghakiminya ialah Pengadilan Agama di mana Istri itu domisili hukum.

Domisili hukum bisa ditunjukkan ada Kartu Pertanda Warga (KTP), maknanya bila istri domisili hukum aerah Kabupaten Magelang dan Suami berada ada di Jakarta, karena itu Pengadilan Agama yang berkuasa ialah Pengadilan Agama tempat domisili hukum istri yakni Pengadilan Agama Kabupaten Magelang.

Mengenai beberapa argumen yang bisa jadi argumen untuk seorang istri yang ingin ajukan tuntutan pisah ke suaminya ialah seperti berikut :

  1. Suami melakukan perbuatan zina atau jadi pemabok, pecandu, penjudi, dan lain-lain yang sulit disembuhkan;
  2. Suami tinggalkan istri sepanjang 2 (dua) tahun beruntun tidak ada ijin istri dan tanpa argumen yang resmi atau karena hal-hal lain di luar kekuatannya;
  3. Suami mendapatkan hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman lebih berat sesudah perkawinan berjalan;
  4. Suami lakukan kekejaman atau penindasan berat yang mencelakakan Istrinya;
  5. Suami mendapatkan cacat tubuh atau penyakit dengan karena tidak bisa jalankan kewajibannya sebagai suami;
    Di antara suami dan istri terus-terusan terjadi konflik dan pertikaian dan tidak ada keinginan akan hidup rukun kembali pada rumah tangga.

Langkah Ajukan Tuntutan Pisah Istri Ke Suami Di Pengadilan Agama, dari sejumlah argumen yang bisa jadi argumen untuk ajukan permintaan / tuntutan pisah cerai di atas, penulis memberi referensi supaya pilih argumen poin 6, dengan pemikiran pembuktiannya lebih gampang dan adalah argumen yang terbanyak dipakai dan terbanyak diwujudkan oleh Hakim Pengadilan Agama saat memutuskan kasus tuntutan perpisahan.

Saat ajukan tuntutan pisah, istri memiliki hak untuk ajukan tuntutan tambahan yang bisa berbentuk :

  1. Tuntutan Nafkah Terutang, yakni bila selama saat tertentu dalam perkawinannya, rupanya Suami tidak memberi ongkos hidup ke istri, karena itu istri bisa menuntut supaya Hakim memberi hukuman suami bayar nafkah terutang ke sisa istrinya nantinya.
  2. Tuntutan Hak Asuh Anak, yakni istri memiliki hak untuk memperoleh hak pengasuhan atas anak yang masih belum mumaziz (di bawah 12 tahun).
  3. Tuntutan Nafkah Anak sampai dewasa 21 tahun, bila nanti hak asuh anak jatuh ke tangan istri, karena itu hakim atas keinginan anda bisa menentapkan supaya sisa suami memberi nafkah ke anak yang hak asuhnya ditangan istri, sampai anak itu dewasa atau berusia 21 tahun.
  4. Nafkah Idah, bisa disuruh oleh istri sebagai nafkah selama saat idah yakni 3 (tiga) bulan lama waktunya.
  5. Nafkah Mut’ah, dapat disuruh oleh istri ke hakim supaya suami diputuskan supaya bayar nafkah Mut’ah (hadiah) ke sisa istrinya.

Langkah Ajukan Tuntutan Pisah, selainnya ajukan tuntutan nafkah, istri yang hendak ajukan tuntutan pisah dapat ajukan tuntutan pembagian harta bersama (gono-gini) bersama dan pada sebuah dokumen dengan tuntutan pisah diartikan.

Penulis merekomendasikan bila seorang istri ingin ajukan tuntutan pisah dan tahu ada harta bersama, karena itu seharusnya bersama pengajuan tuntutan pisah sekalian pengajuan tuntutan pembagian harta dengannya disodorkan pada sebuah dokumen tuntutan.

Selainnya membuat surat tuntutan, istri yang hendak menuntut suaminya harus juga menyiapkan beberapa bukti dan beberapa saksi yang dibutuhkan. Beberapa bukti yang dibutuhkan ialah seperti berikut :

  1. Bukti Pernikahan absah yang berbentuk Buku Nikah yang dikeluarkan oleh KUA.
  2. Bukti Domisili setempat Hukum sebagai Penggugat berbentuk KTP Penggugat.
  3. Bukti kelahiran pada anak yang berbentuk Akte Lahir Anak dari angka Catatan Sipil.
    Kartu Keluarga.
  4. Beberapa bukti yang memberikan argumen perpisahan.
  5. Bukti Pendapatan suami, bila ingin menuntut Nafkah ke suami.
  6. Bukti mengenai Harta Bersama, bila ajukan tuntutan pembagian harta bersama-sama.

Oleh : M. Gabriel Haryanto, SH. MM.Advokat di Kantor Hukum LHS dan PARTNERS

Sumber : https://artikel.kantorhukum-lhs.com/cara-mengajukan-gugatan-cerai-isteri-kepada-suami-di-pengadilan-agama/ dan https://pa-depok.go.id/cara-mengajukan-gugatan-cerai-isteri-kepada-suami-di-pengadilan-agama/